Respiratory distress syndrome in premature neonates literature review
Sindrom gangguan pernapasan pada bayi prematur: tinjauan literatur
DOI:
https://doi.org/10.21111/syifa.v2i1.28Keywords:
Neonatus, Prematur, SurfaktanAbstract
Respiratory Distress Syndrom (RDS) merupakan salah satu penyebab tersering gangguan pernapasan pada neonatus prematur yang berkaitan dengan imaturitas paru dan defisiensi surfaktan, sehingga menyebabkan kolaps alveoli dan gangguan pertukaran gas. Laporan kasus ini mendeskripsikan seorang neonatus lahir pada usia gestasi 32 minggu dengan berat badan lahir 1940 gram yang mengalami distress pernapasan segera setelah lahir. Secara klinis ditemukan takipnea, retraksi dinding dada, dan grunting, sementara pemeriksaan fototoraks menunjukkan gambaran ground glass appearance dengan air bronchogram. Pasien mendapatkan terapi awal berupa Continuous Positive Airway Pressure (CPAP), kemudian dilanjutkan dengan pemberian surfaktan intratrakeal sesuai pedoman. Setelah terapi, kondisi pasien membaik secara bertahap tanpa komplikasi. Perbaikan klinis ini menunjukkan bahwa penanganan yang cepat dan sesuai indikasi berperan penting dalam memperbaiki luaran pasien dengan RDS serta menegaskan pentingnya terapi surfaktan pada neonatus prematur.













