The Uterine Myoma: Literature Review
Mioma Uteri: Literatur Review
DOI:
https://doi.org/10.21111/syifa.v2i1.36Kata Kunci:
Uterine Myoma, FIGO Classification, LeiomyomaAbstrak
Mioma uteri merupakan tumor jinak yang berasal dari otot polos miometrium dan menjadi salah satu neoplasma ginekologi tersering pada wanita usia reproduktif. Prevalensi mioma uteri diperkirakan mencapai 20–40% pada wanita usia reproduktif dan dapat menimbulkan berbagai gangguan kesehatan reproduksi yang berdampak pada kualitas hidup. Tinjauan literatur ini bertujuan untuk mengkaji epidemiologi, etiologi, faktor risiko, patofisiologi, manifestasi klinis, diagnosis, dan tatalaksana mioma uteri. Metode yang digunakan adalah studi literatur dengan penelusuran artikel ilmiah melalui basis data Google Scholar, PubMed, serta buku teks kedokteran yang relevan. Literatur yang digunakan dibatasi pada publikasi tahun 2020–2026 dengan kata kunci “mioma uteri”, “leiomioma”, dan “myometrium”. Hasil kajian menunjukkan bahwa mioma uteri berkembang akibat proliferasi monoklonal sel otot polos miometrium yang dipengaruhi oleh faktor genetik, hormonal, dan lingkungan. Faktor risiko yang berperan antara lain usia reproduktif, menarke dini, nuliparitas, riwayat keluarga, obesitas, serta paparan estrogen dan progesteron. Manifestasi klinis yang sering ditemukan meliputi perdarahan uterus abnormal, nyeri pelvis, gangguan berkemih, infertilitas, dan komplikasi kehamilan. Diagnosis ditegakkan melalui anamnesis, pemeriksaan fisik, serta pencitraan terutama ultrasonografi. Penatalaksanaan dilakukan secara individual melalui observasi, terapi medikamentosa, tindakan minimal invasif, maupun intervensi bedah sesuai kondisi pasien. Disimpulkan bahwa mioma uteri merupakan tumor jinak dengan etiologi multifaktorial yang memerlukan diagnosis dini dan penatalaksanaan yang tepat untuk mencegah komplikasi serta meningkatkan kualitas hidup pasien













